Orientasi Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya PIK-R SMA Negeri 1 Pangandaran

Permasalahan remaja merupakan permasalahan yang sangat kompleks mulai dari jumlahnya yang cukup besar hingga permasalahan TRIAD KRR (tiga resiko yang dihadapi oleh remaja, yaitu Seksualitas, HIV/ AIDS dan Napza). Di Indonesia, secara kuantitas penduduknya berjumlah  255 juta jiwa lebih(Bappenas, BPS, UNFPA, 2013). Sebagaimana diketahui bahwa jumlah remaja di Indonesia saat ini terdapat sekitar 66 juta (Bappenas, BPS, UNFPA, 2013). Jumlah yang besar tersebut adalah potensi yang memerlukan pengelolaan yang terencana, sistematis dan terstruktur agar dapat dimanfaatkan menjadi modal pembangunan ke depan.

Permaslaahan lain yang cukup memprihatinkan pada remaja adalah banyaknya remaja terpapar HIV/AIDS dan Narkoba. Data Kemenkes menunjukan kasus AIDS kumulatif tahun 1987 s/d September 2014 sebesar 55.799 kasus. 2,9 % diantaranya kelompok usia 20-29 tahun, 3,1 5 diantaranya kelompok usia 15-19 tahun (Kemenkes RI, Oktober 2014). data dari BNN tahun 2013 menunjukan bahwa 22 5 dari 4 juta penduduk Indonesia penyalah guna narkoba atau sekitar 880 ribu. Penyalah guna narkoba adalah pelajar dan mahasiswa.

Dalam rangka merespon permasalahan remaja tersenut diatas, BKKBN mengembangkan Program GenRe. Program GenRe adalah Program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja melalui pemahaman tentang Pendewasaan Usia Perkawinan sehingga mereka mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secra terencana, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.

Program GenRe tersebut dilaksanakan melalui pendekatan langsung kepada remaja serta orang tua yang memiliki remaja. Pendekatan kepada remaja dilaksanakan melalui pengembangan Pusat informasi dan konseling remaja(PIK R) dengan menjadikan remaja sebagai pengelola, pendidik dan konselor sebaya sehingga kelompok ini dikelola dari oleh dan untuk remaja. PIK remajayaitu suatu wadah untuk memperoleh informasi dan pelayanan konseling tentang kesehatan reproduksi.

Keberadaan dan peranan PIK remaja dilingkungan sekolah sangat penting artinya dalam membantu remaja untuk mendapatkan informasi dan pelayanan konseling yang cukup dan benar tentang PKBR. Seperti diketahui bahwa akses dan kualitas pengelolaan dan pelayanan PIK Remaja masih relativ rendah. Untuk peningkatan, pengembangan, pengelolaan dan pelayanan PIK Remaja, maka perlu dilakukan pelatihan bagi pengelola PIK Remaja yaitu pelatihan pendidik sebaya dan konselor sebaya agar dapat memaksimalkan peningkatan akses dan kualitas pelayanan PIK Remaja.

Dengan ini maka PIK-Remaja SMA Negeri 1 Pangandaran menyelenggarakan Orientasi Pendidik sebaya dan Konselor Sebaya. Diharapkan dengan di adakannya kegiatan ini agar lebih meningkatkan pengetahuan, sikap dan prilaku pendidik sebaya dan konselor sebaya dalam program GenRe, Meningkatkan keterampilan pendidik sebaya dan konselor sebaya dalam pengelolaan PIK Remaja dan meningkatkan kemampuan pendidik sebaya dalam mengembangkan PIK Remaja di SMA Negeri 1 Pangandaran.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *